Saat Uang Jadi Mimpi Kita (1)

Uang itu memudahkan hidup kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan uang. Dengan uang kita bisa membeli makanan enak, pakaian yang bagus, rumah yang nyaman kita tinggali, atau kendaraan keluaran terbaru yang membuat orang berdecak kagum saat kita naiki.

Itulah alasan banyak orang bekerja pergi pagi pulang malam setiap hari: untuk mendapatkan uang. Karena dengannya, hidup sepertinya akan jauh lebih bahagia. Setidaknya, itulah jawaban dari ribuan orang yang saya tanya di lebih dari seratus kelas pelatihan Move On: Seni Meraih Sukses dan Hidup Bahagia. Tapi benarkah demikian?

Ingat gaji pertama Anda? Saat penghasilan kita 3 juta sebulan, kita merasa 3 juta tidak cukup. Kita ingin naik jadi 5 juta. Dan sepertinya 5 juta cukup buat kita. Saat penghasilan kita mencapai 5 juta, ternyata 5 juta tidak cukup juga dan kita ingin punya penghasilan 10 juta. Saat penghasilan kita sampai di angka 10 juta, ternyata tak cukup juga. Aneh memang. Cukupkah saat penghasilan kita 20 juta sebulan? Tidak. Percayalah, tidak akan pernah cukup berapapun angka penghasilan kita.

Itulah fenomena hedonic treadmill. Di atas treadmill, meskipun berlari kita tak berpindah tempat. Kecepatan kita tambah dan kita pun berlari lebih cepat, tapi posisi kita tak berpindah tempat.

Orang-orang yang orientasi hidupnya pada uang akan mengalami hedonic treadmill. Penghasilan mungkin bertambah, tapi tingkat kebahagiaannya tidak. Kalau mimpi-mimpi kita bermuara pada uang, hidup akan sangat melelahkan. Kalau kepuasan kita pada uang, kita tak akan pernah puas. Uang tak akan pernah memuaskan kita.

Sekelompok peneliti dari University of Basel Swiss telah membuktikan bahwa besarnya penghasilan tak membuat kita merasa puas. Riset yang dimuat dalam Journal of Economic Behavior & Organization ini melibatkan 33.500 responden. Para responden ini melaporkan bahwa mereka hanya sebentar menikmati kenaikan penghasilannya dan kemudian merasa penghasilan baru itu biasa saja dan menginginkan penghasilan lebih tinggi lagi.

Profesor Michael Norton dari Harvard Business School menemukan hasil serupa dalam risetnya. Ia mengajukan pertanyaan kepada 2.000 orang dengan kekayaan minimal 1 juta USD. Profesor Norton menemukan bahwa orang-orang kaya menginginkan harta mereka 2-3 kali lipat lebih banyak dari yang mereka miliki sekarang.

[Graha Sedekah; dengan semangat baru memulai perjalanan sejak dilaunching 17 Agustus 2015. Demi menggerakkan generasi qur’ani Indonesia melalui cita-cita visioner mengenai pendidikan yang islami, akan terus berperan aktif dengan semangat tanpa henti untuk fokus mengelola potensi umat dalam rangka membangun peradaban menuju ridlo ilahi]

Graha Sedekah On Twitter

Videos

Message from server: "Forbidden". Check in YouTube if the id UC6CockkOhf8zCNLRP041dqg belongs to a channelid. Check the FAQ of the plugin.

Hubungi Kami

Branch Office:
Jl. Sendangsari VI/110 Kalicari, Pedurungan Semarang Jawa Tengah 50198

Head Office:
Jl. Karanglo No.64 Gemah, Pedurungan
Semarang Jawa Tengah 50191

(024) 6732444
         0815 7775 744

2B403FD8

Recent Comments