Mendidik Sesuai Jaman? (1)

Suatu waktu seorang Ayah menceritakan kisah Malin Kundang kepada Anaknya
Ayah : Jadi dulu Malin itu jadi batu karena melawan orangtua Nak, makanya jangan melawan orangtua yah?
Anak : Hemmm mengapa bisa jadi batu? Apakah Ibunya si Malin Punya cairan dari danau di Negara Tanzania? Masak sih jaman dulu emaknya malin sudah keliling dunia?
Ayah : Ya pokoknya begitu. Nanti jadi batu pokoknya
Anak : Alah enggak, kemarin saja saya enggak nurut ayah, eh sekarang enggak jadi batu.

Dari kisah Ayah dan Anak tersebut mungkin ada yang dari kita ingat nasehat dari Imam Ali KW tentang mendidik anak sesuai jamannya. “Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, Karena mereka hidup bukan di jamanmu”

Beda Jaman Beda Cara
Seseorang/anak baik dalam pendidikan informal (keluarga) maupun jalur pendidikan formal tentunya dari generasi ke generasi selalu saja memiliki tipe yang berbeda. Anak jaman dulu akan percaya jika ada cerita “jika suatu malam kita meminta kepada raksasa maka kita akan diberi anak”. Anak sekarang akan susah percaya dengan hal-hal yang seakan tidak ilmiah dan tidak bisa dibuktikan secara nyata. Mengapa? Karena generasi yang berbeda, generasi sekarang yang semua serba harus dibuktikan secara nyata berbeda dengan generasi dahulu yang hanya dengan cerita jadi batu saja langsung percaya.
Kalau saja cerita Malin Kundang dibuat ceritanya pada masa sekarang, anak-anak akan protes “Masak sih Bu, orang kok jadi batu?”, “Emang gimana caranya jadi batu?”, “Emang bisa manusia jadi batu.” Sangat tidak rasional untuk generasi sekarang.
Manusia semakin mampu berfikir kritis, manusia semakin mampu untuk berencana jangka panjang tentang apa yang harus dilakukan, hingga manusia juga sering berkreativitas dalam ilmu pengetahuan atau teknologi. Apakah masih relevan menceritakan atau mendidik seperti orang-orang dulu? “Masak sih orang jadi batu?”, “masak sih orang bisa terbang? Kan ini bukan kartun atau anime?”.
Tentunya dengan identifikasi kebutuhan belajar, mendidik anak sekarang tentunya berbeda dengan 100 tahun yang lalu atau 37.000 tahun yang lalu. Jelas berbeda.

[Graha Sedekah; dengan semangat baru memulai perjalanan sejak dilaunching 17 Agustus 2015. Demi menggerakkan generasi qur’ani Indonesia melalui cita-cita visioner mengenai pendidikan yang islami, akan terus berperan aktif dengan semangat tanpa henti untuk fokus mengelola potensi umat dalam rangka membangun peradaban menuju ridlo ilahi]

Graha Sedekah On Twitter

Hubungi Kami

Branch Office:
Jl. Sendangsari VI/110 Kalicari, Pedurungan Semarang Jawa Tengah 50198

Head Office:
Jl. Karanglo No.64 Gemah, Pedurungan
Semarang Jawa Tengah 50191

(024) 6732444
         0815 7775 744

2B403FD8

Recent Comments